Mengoptimalkan Potensi Iklan Layanan Masyarakat

Bismillahirrahmanirrahim

Bagi pembaca yang sering berjalan kaki atau berkendara di kota Bandung atau kota besar lainnya, tentu tidak merasa asing dengan bertebarannya iklan-iklan yang dipasang di sekitaran jalan raya kota-kota tersebut. Entah itu iklan suatu produk terbaru, promo diskon, atau kegiatan spesial tertentu. Bentuknya pun sangat beragam, dari yang berukuran kecil seperti spanduk mini di pinggir jalan, hingga yang berukuran besar seperti baligo dan papan reklame.

Selain iklan komersial seperti di atas, marak juga pemasangan iklan-iklan yang terkait dengan bidang politik, terutama bila hajatan pemilihan kepala daerah sudah mendekat. Misalnya saja di kota Bandung ini yang tidak lama lagi akan menggelar pemilihan walikota. Iklan sosialisasi para calon walikota sudah mulai dipasang di mana-mana. Saking maraknya, tidak jarang didapatkan pemasangan iklan di tempat yang tidak seharusnya, seperti misalnya di trotoar jalan.

Semakin banyak iklan dipasang, penyedia iklan tentu berharap dapat semakin “menyihir” dan mempengaruhi orang-orang yang melihat dan memperhatikan iklan tersebut. Lama kelamaan mereka akan semakin teringat dengan apa yang diiklankan dan kemudian menjadikannya acuan utama dalam memilih sebuah produk. Padahal produknya sendiri sebenarnya belum tentu merupakan produk yang terbaik.

Iklan layanan masyarakat dan penyuluhan

Melihat pengaruh iklan yang bisa dikatakan cukup besar, media ini sebenarnya bisa menjadi lahan untuk promosi atau penyuluhan mengenai beragam masalah yang bersifat edukasi, seperti masalah kesehatan, lalu lintas, remaja, sosial, dan sebagainya. Dan hal ini bukannya belum disadari oleh pemerintah kita beserta pihak-pihak terkait lainnya. Terbukti dengan terpasangnya beberapa iklan penyuluhan di beberapa sudut kota,yang lazim disebut dengan iklan layanan masyarakat. Beberapa contohnya antara lain iklan penyuluhan mengenai penyakit HIV-AIDS dari Departemen Kesehatan, tentang keselamatan berlalu-lintas dari kepolisian, dan mengenai gerakan antinarkoba dari Badan Narkotika Nasional.

Akan tetapi, iklan layanan ini jumlahnya bisa dikatakan masih lebih sedikit bila dibandingkan dengan jenis iklan komersial atau sosialisasi politik. Masih banyak pula topik penyuluhan yang belum tereksplorasi dan disajikan. Contohnya saja, dalam bidang kesehatan, terdapat beragam hal menarik yang dapat ditampilkan, seperti mengenai pencegahan penyakit menular di musim hujan, beragam bahan berbahaya dalam makanan, hingga isu-isu terkini yang sering menimbulkan mispersepsi di masyarakat.

Untuk lebih mengoptimalkan penggunaan iklan tersebut sebagai media promosi dan penyuluhan, ada baiknya bila kita menilik beberapa karakteristik khas yang umumnya terdapat pada jenis iklan komersial. Karakteristik ini membuat iklan-iklan tersebut mampu menarik perhatian bagi orang yang melihatnya, dan serta merta mempengaruhi orang tersebut untuk memilih produk yang ditampilkan.

Pertama, iklan komersial atau kampanye politik biasanya diproduksi dalam jumlah sangat banyak dan tidak jarang diletakkan saling berdekatan satu sama lainnya. Misalnya saja, iklan mengenai diskon makanan yang diletakkan berjejer-jejer di sepanjang jalan menuju pusat perbelanjaan. Tanpa disadari, saat kita melalui jalan tersebut, kita dipaparkan terus menerus dengan iklan tersebut. Bagaimanakah kiranya bila konsep ini digunakan untuk iklan layanan penyuluhan? Seperti misalnya, pemasangan spanduk berjejer tentang larangan membuang sampah sembarangan di sepanjang pinggiran sungai.

Kedua, iklan tersebut ditampilkan secara atraktif dan menarik. Kemasan iklan sangat berwarna, ilustratif, estetik, dan hanya mengandung sedikit kata-kata. Penyajiannya pun kadang kala dilakukan dengan sangat unik, hingga semakin menarik perhatian yang melihatnya. Contohnya, pemasangan iklan di balik dinding rumah penduduk, atau iklan berupa animasi tiga dimensi yang ditampilkan pada layar raksasa di jembatan penyeberangan orang.

Ketiga, iklan tersebut dipasang pada lokasi yang tepat dan sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar. Contohnya, papan reklame iklan produk ponsel terbaru yang dipasang di dekat pusat perbelanjaan terknologi. Atau iklan suatu produk makanan segar yang dipasang di tengah-tengah jalan kota yang berhawa panas. Aplikasi dari hal ini bagi iklan layanan masyarakat, misalnya, dipasangnya iklan penyuluhan antinarkoba di tempat-tempat kaum muda biasa berkumpul. Atau iklan mengenai jajanan sehat dan bergizi di sekolah-sekolah dan kampus.

Kerjasama banyak pihak

Semoga berbagai pihak yang berkepentingan dapat saling berkerjasama untuk lebih menggiatkan lagi iklan layanan yang bersifat penyuluhan seperti ini. Baik itu kerjasama antara pemerintah, swasta, perusahan produk komersial, hingga institusi pendidikan. Pihak sekolah dan perguruan tinggi pun dapat turut melibatkan anak-anak didiknya untuk memberikan ide-ide cemerlang dalam menampilkan beragam iklan tersebut secara menarik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: