Mari Biasakan Memakai Software Asli

Tanggal 26 Oktober 2012, perusahaan Microsoft resmi meluncurkan sistem operasi terbaru buatan mereka, yang disebut dengan Windows 8. Ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem operasi sebelumnya, Windows 7, yang telah dirilis beberapa tahun lamanya. Windows 8 ini diklaim lebih mudah digunakan, lebih interaktif, dan tentu saja lebih canggih.

Untuk mendapatkan sistem operasi berlogo jendela ini, Anda harus mengeluarkan uang minimal $69,99. Bagi pengguna Windows 7 yang ingin bermigrasi ke Windows 8, Microsoft memberikan promo upgrade dengan harga murah. Dengan syarat, Windows 7 tersebut dibeli paket dengan PC merk-merk tertentu pada rentang waktu bulan Juli 2012–Januari 2013. Promo upgrade ini ditawarkan dengan harga hanya $14,99 saja.

Program promo seperti di atas mungkin dapat kita anggap sebuah “senjata” perusahaan tersebut untuk menekan tingginya angka pembajakan software (piranti lunak) buatan mereka, terutama sistem operasi. Sebagai sistem operasi yang selama ini paling populer digunakan, pembajakan memang sangat rentan dilakukan terhadap Windows ini. Wajar bila mereka menerapkan beragam upaya untuk membendung kegiatan ilegal tersebut.

Berbicara tentang pembajakan, khususnya di Indonesia, sampai sekarang dapat dikatakan masih memprihatinkan. Dilansir dari portal berita Vivanews, berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh BSA (Business Software Alliance), tingkat pembajakan piranti lunak di Indonesia pada tahun 2011 mencapai angka 86%. Dengan angka sebesar ini, Indonesia menempati peringkat ke-2, bersama dengan Pakistan, dalam daftar negara-negara dengan tingkat pembajakan tertinggi se-Asia Pasifik.

Pembajakan, antara kebutuhan dan pelanggaran

Tidak dapat dimungkiri, piranti lunak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam aktivitas pendidikan. Contoh piranti lunak yang sulit dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari adalah aplikasi pengolah kata Ms Office untuk menyusun dokumen dan karya ilmiah. Sayangnya, dengan alasan tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli produk asli, banyak pihak yang pada akhirnya melakukan pembajakan.

Padahal, jamak diketahui bahwa tindakan pembajakan memiliki dampak negatif yang sangat besar, baik bagi pihak pengguna maupun produsen. Bagi pengguna, tidak ada jaminan bahwa produk bajakan yang digunakannya akan aman dari berbagai kerusakan dan virus berbahaya. Bagi pihak produsen, kerugian finansial yang diderita tentu tidak sedikit, sekalipun mereka adalah produsen-produsen skala besar. Khusu bagi produsen dalam negeri, pembajakan dikhawatirkan dapat berdampak pada melemahnya inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan piranti lunak berkualitas.

Solusi pasti ada

Sebenarnya banyak cara yang dapat kita lakukan untuk menghindari penggunaan piranti lunak bajakan, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu caranya adalah melakukan kerja sama dengan produsen piranti lunak untuk mendapatkan lisensii institusi, yakni lisensi yang berlaku bagi semua civitas akademik. Harga produk mungkin tidak bisa menjadi gratis, tetapi setidaknya akan menjadi jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli secara individu.

Ada juga cara lainnya yang dapat dikatakan tidak membutuhkan biaya sama sekali. Cara tersebut adalah menggunakan berbagai piranti lunak gratisan berbasiskan open source. Piranti lunak jenis ini dapat digunakan dan diserbarluaskan dengan bebas, tanpa izin, dan tanpa biaya sepeser pun. Piranti jenis ini memang sengaja diciptakan oleh para pengembang sebagai alternatif untuk piranti sejenis yang berbayar. Contoh piranti lunak yang populer digunakan adalah pengolah kata OpenOffice/LibreOffice.

Sebagian pihak akan mengatakan bahwa beralih ke piranti lunak berbasis open source sangatlah sulit dan memakan waktu. Menggunakan aplikasi open source memang membutuhkan ketekunan, terutama dalam mempelajari hal-hal baru dalam piranti lunak tersebut. Kendati demikian, bila kita menimbang dengan saksama, keuntunganlah yang pada akhirnya akan diperoleh, baik bagi pengguna maupun produsen piranti lunak. Pengguna dapat menggunakan berbagai aplikasi dengan aman dan gratis. Produsen pun tidak akan mengalami kerugian finansial karena produknya dibajak.

Dibutuhkan kesadaran dan komitmen semua pihak, termasuk juga civitas akademik, untuk mulai membiasakan menggunakan piaranti lunak yang asli dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu yang berbayar atau yang gratis, yang terpenting piranti tersebut asli, sehingga legal untuk digunakan. Semoga kelak akan muncul suatu bangsa yang berkepribadian tinggi dan menghargai karya cipta orang lain yang dibuat dengan susah payah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: