Dokita, Bertanya pada Dokter via Android

Bismillahirrahmanirrahim

Informasi: Tulisan ini dimuat di rubrik Cakrawala, Harian Umum Pikiran Rakyat, edisi Kamis, 20 Desember 2012 (6 Safar 1434 H), dengan sedikit pengubahan tata letak gambar.

Pernahkah pembaca memiliki pertanyaan mengenai suatu masalah kesehatan yang sangat mengganggu pikiran, tetapi merasa sungkan untuk bertanya secara langsung ke klinik dokter? Ya, di negara kita memang masih terdapat anggapan bahwa kunjungan ke dokter tidaklah “afdal” tanpa pemberian resep obat. Padahal, kunjungan untuk sekedar bertanya atau berkonsultasi masalah kesehatan pun sebenarnya bisa, bahkan hal ini dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif antara dokter dan pasien.

Akan tetapi, bagi pembaca yang masih juga merasa sungkan, atau memiliki kesibukan lain yang membuat tidak sempat berkunjung langsung ke klinik dokter, ada beberapa cara yang dapat ditempuh. Misalnya saja, dengan menghubungi dokter via telepon atau SMS. Atau bisa juga melalui email dan milis-milis internet. Dan terakhir, ada satu alternatif baru yang mungkin dapat pembaca coba, yakni melalui aplikasi di telepon genggam.

Aplikasi ini bernama Dokita, singkatan dari Dokter Kita. Merupakan karya anak negeri yang terdiri dari sekumpulan tenaga ahli di berbagai bidang, dari mulai kesehatan hingga informasi teknologi. Untuk menggunakan aplikasi ini, pembaca perlu memiliki ponsel berbasis Android dan juga koneksi internet. Unduh terlebih dahulu aplikasinya secara gratis melalui Google Play Store.

Ketika pertama kali membuka aplikasi, pembaca akan masuk ke halaman registrasi akun. Isikan semua kolom data yang diperlukan, dan jangan lupa untuk membaca halaman “Syarat dan Ketentuan”. Akun yang telah didaftarkan perlu diaktifkan melalui kode aktivasi yang dikirim ke alamat email pembaca.

Tampilan antarmuka Dokita

Tampilan antarmuka Dokita

Setelah akun dapat digunakan, pembaca dapat mulai bertanya beragam masalah kesehatan. Klik tombol “Tanya Dokter” yang terletak di halaman depan untuk mengajukan pertanyaan. Uniknya, terdapat tiga metode yang dapat digunakan untuk mengajukan pertanyaan, yakni dengan teks biasa, gambar/foto, dan rekaman suara. Setelah selesai, klik tombol kirim bergambar amplop yang terletak di pojok kanan atas.

Mengajukan pertanyaan pada Dokita

Mengajukan pertanyaan pada Dokita

Arsip pertanyaan yang telah dikirimkan tersimpan di halaman “Inbox” yang terletak di samping kanan halaman utama. Tekan pertanyaan yang telah kita sampaikan untuk mencek jawabannya. Bentuk tanya jawabnya akan menyerupai chatting, sehingga terlihat interaktif.

Halaman Inbox

Halaman Inbox

Tim Dokita membuka layanan konsultasi pada pukul 09.00–17.00. Kita tinggal mencek halaman inbox pada jam-jam tersebut. Yang masih disayangkan, belum ada fitur notifikasi otomatis bila ada jawaban yang masuk ke halaman inbox.

Pengalaman yang penulis rasakan, respons tim Dokita terbilang cepat. Penulis mencoba mengirim pertanyaan pada pukul 16.30. Saat halaman inbox dicek kembali pada pukul 17.15, jawaban dari pertanyaan tersebut telah tersedia.

Ke depannya, semoga semakin banyak fitur yang ditambahkan ke dalam aplikasi ini, seperti misalnya informasi tentang beragam penyakit. Dengan demikian, harapan tim Dokita untuk “meningkatkan layanan kesehatan yang ada di Indonesia dengan lebih baik, cepat, dan akurat” dapat semakin terwujud. Lebih dari itu, aplikasi ini dapat bermanfaat luas untuk masyarakat yang membutuhkan informasi kesehatan kapan dan di mana saja berada.

N.B.: Versi terbaru program Dokita mungkin memiliki beberapa perubahan dibandingkan dengan versi yang digunakan ketika menulis tulisan ini.

2 Responses to “Dokita, Bertanya pada Dokter via Android”

  1. Edukasi Waruwu Says:

    Selamat malam Dok, saya mau bertanya. Umur saya 19 tahun, akhir-akhir ini jika saya minum air 1 sampai 2 gelas sehari saya pipis mulu klo siang hari bisa sampai 15 kali klo malam hari paling tidak 1 kali. saya jadi malas minum air, cara mengatasinyanya gimana dok?

  2. nur Says:

    Selamat pagi Mas Waruwu. Pada dasarnya, dengan perkiraan jumlah minum orang dewasa sebanyak 2 liter per hari, jumlah urin yang diharapkan adalah sebanyak 0,5-1 mL per kilogram berat badan per jamnya, atau sekitar 1 liter setiap harinya pada orang dengan berat badan 50 kg.
    Jadi kalau kencingnya lebih banyak dari itu, mungkin bisa karena minumnya lebih banyak, atau bisa juga karena kurangnya pengeluaran cairan dari tempat lain, misalnya melalui keringat.

    Dalam keadaan yang abnormal, jumlah kencing yang terlalu banyak bisa menunjukkan adanya kelainan dalam tubuh. Misalnya, pada keadaan kencing manis. Pada kondisi ini, gula tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh, sehingga dikeluarkan melalui urin, dan menarik serta cairan. Namun, untuk menentukan ini, perlu dikaji lebih lanjut, mengenali gejala-gejala tambahan lainnya, dan ada pemeriksaan khususnya. Bila Mas Waruwu merasa sangat terganggu dengan keluhan di atas, ada baiknya untuk konsultasi ke tempat praktik dokter.

    Yang penting diingat Mas, tetaplah minum air dengan jumlah yang disarankan. Jangan menjadi malas atau mengurangi jumlahnya. Karena dikhawatirkan timbul keadaan dehidrasi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: