Lulusan Ramadan, Tahan Tak Merokok

Bismillahirrahmanirrahim

Informasi: Tulisan ini dimuat di rubrik Mimbar Akademik, KampusHarian Umum Pikiran Rakyat, edisi Kamis, 23 Agustus 2012 (4 Syawal 1433 H).

Berbicara tentang rokok, tampaknya sudah merupakan rahasia umum bahwa ia mengandung banyak sekali bahan berbahaya. Pada satu batang rokok terdapat lebih dari 4000 bahan kimia aktif. Tiga bahan yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan karbon monosida (CO). Tar dapat menyebabkan kerusakan sel paru-paru & keganasan, nikotin dapat menyebabkan kelainan pembuluh darah & jantung, sedangkan CO dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke sel-sel tubuh.Dengan segala dampak negatifnya tersebut, tak heran bila rokok dapat menimbulkan banyak sekali penyakit, dari mulai kerontokan rambut, katarak, kanker, kemandulan, penyakit paru, hingga stroke dan serangan jantung (Booklet PHBS, Puspromkes Kemenkes RI, hal. 45–46).

Selain dari aspek kesehatan, merokok juga memiliki dampak buruk ditinjau dari aspek ekonomi dan sosial. Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk membeli rokok merupakan contoh kecil dampak buruk rokok terhadap ekonomi. Sementara itu, salah satu dampak sosial rokok adalah merebaknya polusi udara karbon monoksida yang kian hari kian menumpuk.

Bagi seseorang yang ingin berhenti merokok, sebagaimana dikatakan Achmad Hudoyo, dr. Sp.P(K) pada sebuah artikel di laman detikHealth, motivasi merupakan hal yang utama. Hal tersebut semakin diperkuat dengan kehadiran bulan suci Ramadhan, yang merupakan nilai tambah bagi seseorang untuk semakin mudah berhenti merokok.

Ramadhan, melatih kepribadian tahan rokok

Bila diperhatikan, bulan Ramadhan memang mengandung berbagai latihan yang dapat membuat seseorang semakin termotivasi untuk berhenti merokok. Latihan tersebut bersifat alamiah, meliputi aspek kesehatan, ekonomi, sosial, hingga pendidikan.

Dari aspek kesehatan, Ramadhan melatih kita untuk hidup dengan lebih sehat tanpa asap rokok. Seorang perokok pasti dapat membandingkan kondisi mana yang lebih menyehatkan bagi dirinya, apakah pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya. Selain itu, Ramahan juga melatih jiwa-jiwa menjadi kuat dan tahan banting. Jiwa dilatih untuk menjadi sadar bahwa ia ternyata tidak lemah untuk mengatakan ‘tidak’ pada rokok.

Bulan Ramadhan juga melatih kekuatan ekonomi secara tidak langsung. Kita bisa menghitung secara kasar berapa banyaknya anggaran yang dapat dihemat dengan terhentinya konsumsi rokok selama bulan puasa. Bila diasumsikan frekuensi merokok berkurang sebanyak satu bungkus setiap harinya pada bulan Ramadhan, maka dalam satu bulan akan dapat dihemat sebanyak 30 bungkus rokok. Angka tersebut bila diuangkan hampir mencapai 200 ribu, jumlah yang tentunya tidak sedikit bagi seorang pekerja.

Kepekaan sosial turut dilatih selama bulan Ramadhan. Bulan ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi seseorang untuk menginfakkan hartanya. Bagi seorang perokok, ia dapat mengalokasikan uang jatah rokoknya untuk diinfakkan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2007, terdapat sekitar 6% penduduk Indonesia yang merokok setiap harinya, atau jika dibulatkan sekitar 12 juta orang. Jika setengah saja dari angka tersebut dapat mengalokasikan satu batang rokok (500 rupiah) untuk diinfakkan setiap harinya, maka dalam sebulan akan didapatkan total jumlah infak sebesar 6 juta x Rp500 x 30 hari = 90 milyar!

Terakhir, Ramadhan melatih kita untuk mengajarkan pendidikan dengan cara konkrit. Tidak mungkin seseorang mengajarkan anaknya untuk berpuasa, sedangkan ia sendiri tidak berpuasa. Begitu pun dengan puasa merokok. Tentu menjadi pengajaran yang baik bagi seorang siswa ketika ia mendapati contoh konkrit berhenti merokok langsung dari dosennya.

InsyaAllah pasti bisa

Keseluruhan latihan-latihan di atas seyogyanya menjadi sarana bagi seseorang untuk membiasakan berhenti merokok, dan dilanjutkan pada bulan-bulan berikutnya. Dengan demikian, jadilah bulan Ramadhan sebagai ‘sekolah’ yang menghasilkan lulusan-lulusan yang pintar dalam menahan rokok. Sederhananya dapat dikatakan, bila di bulan puasa ini bisa menahan rokok, mengapa tidak dengan bulan lainnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: