Belum Lulus Ujian, Bukan Berarti Gagal

Bismillahirrahmanirrahim

Minggu-minggu ini sepertinya menjadi saat-saat yang menegangkan bagi anak sekolah, dari mulai sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah atas. Betapa tidak, hasil ujian nasional yang telah mereka lalui beberapa waktu sebelumnya diumumkan. Rasa lega, bahagia, dan haru menyeruak mana kala hasilnya adalah kelulusan. Tidak jarang dilampiaskan secara berlebihan dengan membuang-buang harta. Namun, bagaimana jadinya jika yang terjadi adalah ketidaklulusan?

Rasa sedih, hancur, dan putus asa datang pada siswa yang tidak lulus ujian. Kadang sampai tidak tahu harus berbuat apa. Semuanya seakan telah berakhir dan gagal. Pertanyaannya adalah, mengapa sikap seperti itu yang terjadi? Jika muncul sesaat tentu tidak jadi masalah, asalkan menjadi tonggak untuk perbaikan ke arah. Namun, jika terjadi terus menerus dan tidak berakhir, ini berarti ada sesuatu yang salah.

Salah satu yang mungkin menjadi sebab ini semua terjadi adalah adanya stigma, teori, keyakinan, atau apa pun namanya, bahwa kelulusan dalam sebuah ujian itu adalah kemutlakan. Pokoknya, harus lulus. Lulus adalah yang terbaik, tidak ada pilihan lain. Sampai mungkin stigma ini menggeser kaidah-kaidah luhur bahwa kelulusan haruslah dicapai dengan cara yang baik pula.

Kelulusan menjadi sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar. Bagi sekolah, adanya siswa yang tidak lulus seakan menjadi aib besar yang menjatuhkan nama sekolah tersebut. Bagi guru, kelulusan siswa 100% merupakan hal mutlak yang dapat dijadikan kebanggaan.

Imbasnya, para siswa hanya berpikiran bahwa, “yang penting lulus”!, tidak penting bagaimana caranya mendapatkan kelulusan tersebut. Tidak penting bahwa mendapatkannya harus dengan cara licik, seperti menyontek. Tidak penting juga bahwa untuk mendapatkannya harus mengorbankan harga diri dengan cara membeli kunci jawaban.

Pertanyaannya, sebegitu pentingkah hal yang bernama kelulusan tersebut? Benarkah esensinya melebihi hal-hal lainnya yang justru lebih berharga, seperti kejujuran, pembelajaran sejati, dan sebagainya? Yang terbaik tentu andai bisa menggabungkan kedua hal tersebut menjadi satu. Namun, andaikan harus memilih salah satunya, antara kejujuran dan kelulusan, mana yang lebih baik untuk dipilih?

Kelulusan mungkin akan mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan. Hanya saja, hal tersebut bersifat sesaat. Ketidakjujuran yang dilakukan ketika ujian akan tertutupi dengan diraihnya kelulusan. Imbasnya, siswa akan merasa tidak merasa bersalah akibat perbuatan tersebut.

Sebaliknya, berbuat baik ketika ujian, dengan hasil yang tidak lulus, mungkin akan mendatangkan kekecewaan dan putus asa. Tetapi, bila dilihat lebih jauh, justru hal inilah yang akan mendatangkan keuntungan di masa depan. Siswa akan bahagia dengan sikap jujurnya, dan kemudian ketidaklulusan tersebut dijadikan titik balik untuk berbuat yang lebih baik pada kesempatan selanjutnya.

Mungkin sudah saatnya kita mengubah orientasi utama dan pandangan kita dalam menyikapi ujian nasional. Target utama yang dipasang bukan kelulusan 100%, tetapi berjalannya ujian 100% tanpa proses-proses licik. Juga mengubah pandangan bahwa siswa yang tidak lulus adalah siswa yang bodoh dan sangat patut dicela dan dimaki. Justru yang lebih patut dicela adalah siswa yang mendapatkan kelulusannya dengan menghalalkan segala cara.

Semoga suatu saat ujian nasional bisa berubah dari merupakan ujian untuk mendapatkan gelar kelulusan, menjadi sebuah ujian untuk menguji seberapa jujur dan keras kita dalam mendapatkan kelulusan tersebut.

Bagi yang tidak lulus, sebagaimana dikatakan Muhamad Nuh, dikutip dari pikiran-rakyat.com, ““Bagi mereka yang tidak lulus, jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan lewat ujian paket. Ini bagian dari perjalanan hidup. Bagi yang lulus, tidak perlu berlebihan merayakannya. Apalagi dengan cara-cara yang tidak baik, ”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: