Cara Sederhana Mengevaluasi Berat Badan

Stroke, jantung koroner, diabetes, dan obesitas. Beberapa kelainan ini dahulu identik dengan sebutan “penyakit orang kaya”, karena lebih cenderung diderita oleh kalangan ekonomi menengah ke atas. Pun karena lebih banyak terjadi di negara maju yang kondisi finansialnya tergolong baik. Akan tetapi, semakin ke sini, angka kejadian kelainan-kelainan tersebut di negara berkembang semakin meningkat. Salah satu faktor penyebabnya adalah makin meningkatnya gaya hidup serba instan di berbagai negara berkembang. Hal ini menyebabkan pola hidup yang tidak sehat dan tidak seimbang, terutama antara aktivitas fisik yang dilakukan dan makanan yang diasup.

Salah satu masalah serius yang dihadapi adalah obesitas. Kelainan ini bahkan telah dinyatakan sebagai epidemik global oleh para ahli. Hal yang wajar mengingat obesitas merupakan salah satu faktor risiko penting terhadap terjadinya berbagai macam penyakit kronis dan berbahaya. Di antaranya adalah penyakit jantung & pembuluh darah, stroke, kelainan kolesterol, dan sebagainya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin agar kita terhindar dari obesitas. Yang paling utama adalah melakukan gaya hidup yang lebih sehat dan berimbang. Sembari sedikit demi sedikit melakukan hal tersebut, ada baiknya pula kita turut melakukan evaluasi rutin terhadap berat badan dengan cara sederhana berupa perhitungan  indeks massa tubuh.

Evaluasi Kegemukan dengan Menghitung Indeks Massa Tubuh

Indeks massa tubuh atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Body Mass Index (BMI), merupakan sebuah indeks sederhana yang dapat menentukan apakah seseorang mengalami kekurangan atau kelebihan berat badan. Perhitungan indeks sangat mudah karena tidak memerlukan peralatan khusus tertentu yang rumit, dan dapat dilakukan di mana saja, termasuk di rumah.

Peralatan yang diperlukan meliputi timbangan badan dan alat pengukur tinggi badan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelumnya. Dalam menimbang berat badan, usahakan  menggunakan pakaian yang minimal, lebih bagus lagi bila tanpa mengenakan pakaian sama sekali. Perhatikan juga waktu ketika menimbang berat badan. Ada beberapa pendapat para ahli yang dikemukakan tentang hal ini. Dalam Noom’s  Weigh Loss Coach, sebuah aplikasi untuk mengontrol berat badan, dijelaskan bahwa sebaiknya kita menimbang berat badan ketika pagi hari, tepatnya tiga puluh menit setelah bangun tidur. Terakhir, pastikan pula timbangan sudah terkalibrasi dengan baik, yakni sudah menunjukkan angka 0 sebelum menimbang berat badan.

Dalam mengukur tinggi badan, lepaskan alas kaki yang sedang digunakan. Posisi tubuh berdiri tegak lurus menempel ke tembok atau alat pengukur tinggi badan. Terakhir, posisikan kepala tegak menghadap ke depan. Minta bantuan teman atau kerabat untuk menilai tinggi badan kita.

Nah, untuk mendapatkan nilai IMT, bagi angka berat badan yang tadi  kita peroleh dengan angka tinggi badan dalam meter, atau disingkat menjadi rumus “kg/m2”. Misalnya, untuk berat badan 60 kg, dan tinggi badan 1,72 m, maka didapatkan IMT = 60/(1,75)2 = 20,28. Nilai IMT tersebut kemudian digunakan untuk mengklasifikasikan berat badan. Berikut tabel klasifikasi menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO, World Health Organization).

Tabel Klasifikasi Internasional Kurang Berat Badan, Kelebihan Berat Badan, dan Obesitas Berdasarkan Indeks Massa Tubuh

Klasifikasi

IMT

Kurang berat badan

<18.50

Kurus berat

<16.00

Kurus sedang

16.00–16.99

Kurus ringan

17.00–18.49

Normal

18.5–24.99

Kelebihan berat badan

>25

Preobesitas

25.00–29.99

Obesitas

>30

Kelas I

30.00 –34.99

Kelas II

35.00–39.99

Kelas III

>40

Klasifikasi ini berlaku untuk setiap orang dewasa di atas 19 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Untuk orang di bawah usia 19 tahun, ada metode klasifikasi tersendiri yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.

Bila pembaca mendapatkan hasil yang abnormal dalam perhitungan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendiskusikan rencana terbaik yang dapat dilakukan. Jangan memutuskan untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu tanpa bimbingan dokter terlebih dahulu.

Selamat mencoba!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: